sumber : http://bandung.detik.com/
penulis dan fotografer : Pradipta Nugrahanto - detikBandung
Bandung - Kala waktu makan siang tiba, mungkin anda kerap bingung kemana mengisi perut anda. Bosan dengan menu makan siang yang biasa-biasa saja, anda bisa menjajal menu opor entog di Rumah Makan Da Raos Jl Lengkong Besar 85 Bandung.
"Orang tahunya olahan entog hanya digoreng saja. Padahal bisa juga diolah menjadi opor. Cocok untuk makan siang, ada kuahnya dan porsinya, tidak terlalu besar," tutur owner Da Raos Heru Agung ketika ditemui detikbandung.
Olahan opor entog jauh berbeda dengan olahan opor ayam. Utamanya dari warna kuahnya. Jika opor ayam berwarna kekuningan, opor entog berwarna kecoklatan.
"Kuahnya memang dibuat agak kental, jadi lebih menyerupai kari. Biar yang makan tidak seperti minum air," ujar Heru.
Selain itu, beda dengan olahan bebek, tidak ada aroma anyir yang melekat pada opor entog. Sepintas hampir sama seperti opor ayam kampung saja. Hanya, soal tekstur daging opor entog jauh lebih empuk dan tidak berminyak.
Ada sedikit keunikan dalam penyajian makanan ini, penyajiannya dibuat tanpa menggunakan nasi. "Memang sengaja, soalnya tanpa nasi pun sudah cukup mengenyangkan. Nasi hanya disajikan kalau ada permintaan saja," tutur Heru.
Harga seporsi opor entog Rp 14 ribu saja. Aman di kantong bukan?
Comments
No response to “[Kuliner] Opor Entog”
Posting Komentar (Atom)
Post a Comment |
Posting Komentar